Kamis, 11 November 2010

Dibangun Dua Lantai, Konstruksi Megah

TANJUNG SELOR - Tiga bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) rawat inap yang dibangun sejak 2009 lalu, ditargetkan bakal selesai tahun ini (2010). Ketiga Puskesmas yang kesemuanya dibangun 2 lantai dengan konstruksi cukup megah itu, masing-masing di Tanjung Selor, Bunyu dan Desa Long Beluah, Tanjung Palas Barat.
Salah satu dalam peninjauan kemarin, bupati yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bulungan dr H Idewan Budi Santoso MSi, Kadis Pendidikan Haerumuddin SH MAP dan beberapa staf lainnya, melihat ruang demi ruang bangunan puskesmas yang berada di jalan poros Long Beluah-Tanjung Selor itu.
“Wah megah banget, kalah-kalah bangunan kantor bupati di Lumajang,” kagum Kadis Pendidikan, membandingkan bangunan puskesmas itu dengan salah satu kantor bupati di Jawa. Pantauan media ini, pembangunan puskesmas itu sudah mencapai sekitar 70-an persen.
Bangunan puskesmas dua lantai ini, akan dipersiapkan sebagai puskesmas rawat inap. Ruangan bawah sebagai tempat penanganan atau tindakan pasien, poliklinik, apotek serta kantor. Sedang di lantai dua rencananya untuk tempat rawat inap.
Dalam kesempatan itu bupati mengatakan, mulai 2009 lalu Pemkab Bulungan membangun tiga puskesmas rawat inap. Yaitu di Kecamatan Tanjung Selor, Bunyu dan Tanjung Palas Barat (Long Beluah). Pembangunan Puskesmas ini, lanjut dia,  merupakan  wujud komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), terutama di sektor kesehatan.
“Kita menginginkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadahi. Selain meningkatkan  kualitas dan kuantitas tenaga medis maupun tenaga kesehatan lainnya, kita juga memberikan fasilitas kesehatan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Budiman.
Di tempat sama Kadis Kesehatan Bulungan dr H Idewan Budi Santoso menambahkan, pembangunan tiga puskesmas rawat inap ini dilakukan secara bersamaan. Ketiganya ditargetkan selesai pada 2010 ini. “Anggarannya beda-beda, disesuaikan dengan kondisi wilayah dan bangunannya. Untuk yang di Long Beluah ini anggarannya sekitar Rp 4,5 miliar, begitu pula di Bunyu. Sedang di Tanjung Selor anggarannya memang lebih besar, karena bangunannya juga lebih besar. Yaitu sekitar Rp 6 miliar,” terang Budi.
Pembangunan tiga puskesmas itu dilakukan dalam dua tahap. Soal kendala, kata dia, salah satunya adalah sering lambatnya kedatangan bahan bangunan. Terutama untuk lokasi yang jauh dari perkotaan, seperti di Long Beluah. “Makanya ini (di Long Beluah) agak lambat. Yang lainnya (Tanjung Selor dan Bunyu) sudah hampir selesai. Jika tidak ada aral, bulan depan sudah selesai,” tambahnya.

1 komentar:

  1. Bangunan puskesmas boleh megah, namun hendaknya juga dilengkapi dengan prasarana yang memadai shg penggunaan sarana dpt lebih optimal.
    Please visit my blog dewisriwulandaricases.wordpress.com

    BalasHapus